9 Dec

Sejarah Kota Bandung

Sejarah kota Bandung memang sangat menarik untuk ditelusuri. Terutama bagi Anda yang pernah mengunjungi kota ini. Betapa tidak, sebutan Parijs Van Java atau Paris nya Jawa pun disematkan oleh orang-orang Belanda zaman dulu pada kota ini. Hal ini tentu menarik rasa penasaran bagi kita sekarang. Seperti apa sih kota Bandung dahulu sehingga begitu melegenda nya?

Asal nama Bandung

Ada beberapa pendapat mengenai asal muasal nama bandung yaitu:

  • ngabanding dari bahasa sunda yang artinya berdampingan atau berdekatan
  • ngabandeng dari bahasa sunda yang artinya genangan air yang luas dan tampak tenang
  • bendung berasal dari peristiwa terbendungnya aliran Sungai Citarum di daerah Padalarang oleh lahar Gunung Tangkuban Perahu yang meletus ribuan tahun yang lampau. Akibatnya daerah antara Padalarang sampai Cicalengka dan daerah antara Gunung Tangkuban Perahu sampai Soreang terendam menjadi danau besar yang dikenal dengan Danau Bandung.

Pada masa neolitikum sekitar 8000 – 7000 sebelum masehi, Danau Bandung mulai surut secara bertahap. Nama Bandung mulai dikenal sejak daerah bekas Danau Bandung tersebut didirikan pemerintahan Kabupaten Bandung sekitar abad ke-17. Tumenggung Wiraangunangun lah yang memerintah Kabupaten Bandung hingga tahun 1681 dengan ibukotanya Krapyak (sekarang Dayeuhkolot) sekitar 11 km arah selatan dari pusat Kota Bandung.

Pada saat pemerintahan RA. Wiranatakusumah II (1794-1829), Pemerintah Hindia Belanda melalui Gubernur Jendral Daendels (1808-1811) membangun Jalan Raya Pos dari Anyer di ujung Jawa Barat hingga Panarukan, ujung Jawa Timur. Dimana panjang jalannya sekitar 1000 km. Dimana Jalan Raya tersebut juga melalui daerah Bandung. Jalan raya tersebut sekarang kita kenal sebagai Jalan Jendral Sudirman – Jalan Asia Afrika – Jalan A. Yani – berlanjut hingga Sumedang.

Melaui surat tanggal 25 Mei 1810 Daendels meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakan Muncang agar memindahkan masing-masing ibukota kabupaten nya ke Cikapundang dan Andawadak (Tanjungsari). Bupati memilih hutan yang terletak di tepi barat sungai Cikapundung, tepi selatan Jalan Raya Pos. Pemindahan ini dilakukan karena ibukota Krapyak diianggap tidak strategis karena berada di sisi selatan daerah Bandung yang sering banjir ketika musim hujan.

Perpindahan bupati beserta warganya dimulai pada tahun 1808 hingga 1809 dimana Cikalintu (daerah Cipaganti) dipilih sebagai tempat tinggal nya. Beberapa kali bupati berpindah lokasi tempat tinggal yaitu dari Cikalintu ke Balubur Hilir hingga Kampung Bogor (Kebon Kawung). Akhirnya melalui surat keputusan tanggal 25 September 1810 Kota Bandung diresmikan sebagai ibukota Kabupaten Bandung. Tanggal iniilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Bandung dengan Bupati RA Wiranatakusumah II sebagai pendiri kota kembang ini.

Tanggal 1 April 1906, Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz. Adapun luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, kemudian bertambah menjadi 8.000 ha pada tahun 1949, terus bertambah hingga menjadi luas wilayah saat ini.

Daerah pegunungan sekitar Bandung yang subur dijadikan perkebunan teh. Kemudian pada abad ke-19, kina sebagai obat malaria juga mulai ditanam di sini.

Bandung kemudian berkembang menjadi kota eropa eksklusif lengkap dengan hotel, kafe dan toko-toko. Banyak pemilik perkebunan yang datang ke sini saat akhir pekan. Tak ketinggalan pula pengusaha-pengusaha dari Batavia berkunjung untuk berlibur.

Daerah Jalan Braga tumbuh menjadi kawasan elit yang dilengkapi dengan kafe, restauran dan butik-butik. Terdapat dua hotel yang sering dijadikan tempat menginap para pelancong pada saat itu yaitu Hotel Savoy Homann dan Hotel Preanger. Concordia Society (sekarang Gedung Merdeka) dibangun sebagai rumah klub bagi orang-orang kaya lengkap dengan ballroom besar dan teater. Pada saat itulah julukan “Parijs Van Java” mulai disematkan pada kota ini.

Jl. Braga pertengahan tahun 1930 (sumber COLLECTIE TROPENMUSEUM)

Beberapa peristiwa besar pernah terjadi di kota ini baik skala internasional maupun skala nasional antara lain:

  • Jalan kereta api besar pertama di Indonesia dibuat pada tahun 1880 yang menghubungkan antara Batavia (Jakarta) dengan Bandung.
  • Bandung Lautan Api yaitu peristiwa kebakaran besar terjadi di kota Bandung tanggal 23 Maret 1946. Sekitar 200.000 warga Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung, dalam waktu tujuh jam. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.
  • Untuk pertama kalinya Konferensi Asia-Afrika diadakan pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama Concordia, Jl. Asia Afrika, sekarang. Kemudian KTT Asia-Afrika 2005 pada 19-24 April 2005 dan pada tanggal 24 April 2015, Konferensi Asia-Afrika kembali diadakan di Bandung setelah tanggal 20 April-23 April 2015 berlangsung di Jakarta.
Gedung Merdeka Bandung (sumber wikipedia.org)

Hotel dekat museum Konfrensi Asia Afrika ada disini.

  • Berdirinya perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia yang sekarang dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung pada tanggal 2 Maret 1959. Sebelumnya beberapa kali mengalami perubahan nama dari awalnya adalah Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS – 1920-1942).
Institut Teknologi Bandung

Cari hotel dekat ITB? Klik –> di sini

Entah sejarah apalagi yang akan ditorehkan di kota ini. Tentu saja semuanya tidak lepas dari peran serta penduduknya, pemerintah baik daerah dan pusat serta para pengunjung kota indah ini.

Yuk jalan-jalan ke Bandung untuk merasakan kenangan tempo doele di Paris nya Jawa ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *